Selasa, 25 Oktober 2011

KOMPOSISI TUBUH HEWAN DAN TUMBUHAN

MAKALAH ILMU PAKAN DAN NUTRISI HEWAN

KOMPOSISI TUBUH

HEWAN DAN TUMBUHAN

OLEH

DYAH AYU SISMAMI

0809005041

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERSITAS UDAYANA

2009

PENDAHULUAN

Komposisi tubuh hewan dan tumbuhan merupakan hal yang penting untuk dipahami dalam kuliah ilmu pakan dan nutrisi hewan. Karena tentunya kandungan dalam pakan ternak dan nutrisi hewan berkaitan erat dengan pembentukan susunan tubuh atau komposisi tubuh hewan tersebut, dan penting pula untuk memahami komposisi tubuh tumbuhan yang merupakan salah satu sumber makanan utama bagi hewan khususnya herbivora. Sekarang kita seharusnya bisa berpikir secara umum mengapa beberapa nutrisi atau kelompok nutrisi tertentu dibutuhkan oleh hewan. Hal tersebut dapat diketahui melalui pemeriksaan susunan tubuh hewan tersebut, jaringan, dan cairan tubuhnya. Jika diamati, contohnya, beberapa partikular vitamin adalah bagian yang penting dalam sistem enzim ketika gula darah tidak dapat memberikan energi untuk tubuh, alasan pemasokan vitamin dalam makanan pun menjadi jelas. Sehingga sangat penting bagi kita untuk memahami tubuh hewan dalam hubungannya dengan nutrisi, lebih dekat lagi, komposisinya.

Tidak seperti jaringan tumbuhan, banyak jaringan hewan mempunyai komposisi yang hampir sama dalam berbagai spesies yang berbeda. Misalnya kandungan kalsium dan fosfor dalam tulang pada dasarnya sama untuk semua hewan. Jaringan tumbuh-tumbuhan dan hewan terdiri dari air, karbohidrat, protein, lemak dan zat-zat yang menyerupai lemak (lipida), vitamin dan zat-zat mineral. Tumbuh-tumbuhan mengandung zat sama seperti yang terdapat pada hewan akan tetapi dalam jumlah berbeda. Perbedaan utama tumbuh-tumbuhan dan hewan adalah bahwa tumbuh-tumbuhan umumya mengandung karbohidrat dalam jumlah yang besar sedangkan hewan hanya mengandung sedikit sekali. Dinding sel tumbuh-tumbuhan terdiri dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna sedangkan dinding sel hewan sebagian besar terdiri dari protein. Tumbuh-tumbuhan pada umumnya menyimpan makanan cadangannya sebagai pati, hewan menyimpannya sebagai lemak. Hewan bergantung pada tumbuh-tumbuhan untuk energinya akan tetapi tumbuh-tumbuhan memperoleh energi dari matahari dan membuat zat-zat makanan tertentu yang tidak dapat dibuat oleh hewan.

TINJAUAN PUSTAKA

A. KOMPOSISI TUBUH HEWAN

Zaman baru ilmu makanan dirintis oleh ahli kimia bangsa Perancis A.L. Lavoisier dalam tahun 1770-an. Lavoisier adalah yang pertama-tama yang mengenal bahwa panas hewan berasal dari oksidasi zat tubuh. Ia membandingkan panas hewan dengan panas yang dihasilkan lilin. Bentuk umum dari alat-alat yang digunakan Lavoisier dalam penelitiannya digambarkan dalam lukisan yang dibuat oleh Madamme Lavoisier. Cara penelitian yang digunakan oleh Lavoisier tidak diketahui karena ia dijatuhi hukuman mati oleh Pemerintah Perancis pada tanggal 8 Mei 1794 pada umur 51 tahun.

Lowes dan Gilbert, dua orang ilmiawan bangsa Inggris telah merintis suatu pekerjaan berat untuk menganalisis seluruh tubuh hewan-hewan ternak. Semenjak itu penelitian-penelitian semacam tersebut di atas telah dilakukan oleh banyak ahli lainnya. Hasilnya ialah, telah diperoleh banyak data mengenai komposisi macam-macam spesies pada umur yang berbeda dan dalam keadaan gizi makanan yang berbeda (Anggorodi,1994)

B. KOMPOSISI TUBUH TUMBUHAN

Struktur tumbuhan adalah organisasi individu – individu di dalam ruang yang membentuk tipe vegetasi atau asosiasi tumbuhan. Sedangkan komposisi tumbuhan merupakan jumlah jenis yang terdapat dalam suatu komunitas tumbuhan.

Ekologi vegetasi paling sedikit membagi struktur vegetasi dalam 5 aras yaitu fisiognomi vegetasi, struktur biomassa, life form ( growth form ), struktur floristik dan struktur tegakan ( Dansereu dalam Mueler-Dumbois & Ellenberg, 1974 ).

PEMBAHASAN

A. KOMPOSISI TUBUH HEWAN

Tubuh hewan terdiri dari komponen-komponen darah, meliputi butir-butir darah ( eritrosit, leukosit, dan trombosit) 30% - 45% . Selain itu terdapat pula beberapa jaringan yang terdiri dari jaringan otot sebanyak 50% ( 75 % air dan 25% bahan kering ), dimana bahan kering tersebut terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu ada pula jaringan epitel yang merupakan selaput saluran tubuh. Jaringan ikat meliputi ligamentum, kartilago dan tendo. Dan dilengakapi pula oleh otak dan jaringan saraf. Air sebanyak 60% , abu 4%.

v Komponen- Komponen Darah

Dari sudut ilmu pakan, komposisi darah penting karena darah merupakan zat antar yang membawa zat makanan ke berbagai bagian tubuh dan kemudian membuang sisa-sisa hasil metabolisme. Darah merupakan 5-10 % dari berat tubuh, tergantung dari pada spesies dan keadaan gizi. Nilai untuk hewan ternak pada berbagai umur yang ditentukan dengan penggunaan isotop fosfor telah dikemukaan oleh Hansard dan kawan-kawannya. Angka- angka unyuk ungas adalah lebih tinggi daripada mamalia. Volume darah terutama berhubungan erat dengan jaringan-jaringan aktif tubuh. Jadi semakin besar jumlah jaringan lemak, semakin rendah presentase darah bagi tubuh sebagai keseluruhan.

Eritrosit

Berfungsi sebagai alat pengangkut zat asam, zat asam arang antara paru-paru dan jaringan tubuh. Eritrosit mamalia tidak berinti, tetapi burung, ikan, amphibi, dan reptil berinti. Eritrosit berwarna kuning tua pucat, tetapi dalam jumlah besar terlihat merah dan memberi warna pada darah. Peranan eritrosit sebagai O2 dan CO2 dilakukan oleh Hb ( hemoglobin ) yang mampu melakukan ikatan secara longgar dan mudah dilepaskan kembali. Pembentukan eritrosit dalam jaringan myeoid dalam sumsum tulang merah memerlukan erythrocyte maturing factor dan perlu adanya faktor ekstrinsik berupa bahan pembentuk eritrosit yang penting dan berasal dari makanan dan faktor intrinsik ( ferment dari castle ) yang diduga dihasilkan di daerah pylorus dan duodenum. Eritrosit yang telah melampaui jangka hidupnya akan pecah untuk selanjutnya difagositosis oleh sel RES.

Leukosit

Leukosit merupakan salah satu komponen darah yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi atau sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Leukosit bertahan melalui dua cara, yakni melalui fagositosis dan dihancurkan oleh tisosoma atau dengan menghancurkan diri yang bertujuan agar enzim oksidase dan proteolitik yang keluar akan mampu menghancurkan kuman. Leukosit diklasifikisikan menjadi dua yaitu granulosit dan agranulosit. Granulosit meliputi netrofil, eosinofil, dan basofil sedangkan agranulosit meliputi monosit dan limfosit.

Trombosit

Trombosit termasuk benda darah yang paling kecil dengan diameter 2 – 4 mikron. Butir- butir darah merupakan 30-45% dari darah tergantung pada spesiesnya. Nilai presentasi tersebut dinamakan hematokrit. Dalam aliran darah berbentuk bulat atau lonjong, bikonveks dan tidak berwarna. Diluar pembuluh darah bersifat mudah pecah atau sering mengalami aglutinasi dan mengelompok. Trombosit merupakan sumber tromboplastin ( trombokinase ) yang penting dalam pembekuan darah. Adapun fungsi dari trombosit yaitu penting dalam pembekuan darah, kerusakan pada tunika intima pembuluh darah menyebabkan terjadinya thrombus. Fibrin yang terjadi akan menangkap benda darah sehingga terjadi thrombus yang menyumbat alirang darah.

Plasma Darah

Mengandung 10% zat padat, lebih dari setengahnya adalah protein. Sisanya terdiri terutama dari berbagai zat lemak, gula, zat nitrogen bukan protein,dan garam anorganik. Unsur-unsur anorganik yang penting adalah Natrium dan Klor dengan Kalium, kalsim, magnesium, fosfor, dan lainnya yang terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit. Terdapat berbagai kombinasi seperti Natrium bikarbonat, Dinatrium Fosfat, dan kalium Klorida.

Nilai rata-rata berbagai susunan darah pada hewan tertentu:

Spesies

Milimeter darah

Per pon berat badan

Jutaan eritrosit

Per milimeter kubik darah

Ribuan leukosit per mililiter kubik darah

Sapi

26,1

6-10

5-12

Ayam

25,0

2-3

20-35

Anjing

42,7

5-8

8-15

Kambing

32,0

13-18

6-14

Kuda

41,0

6-10

5-11

Domba

30,0

9-11

5-10

Babi

30,0

6-7

15-25

( berbagai faktor, seperti umur dan stres mempengaruhi nilai susunan darah )

v Jaringan Epitel

Jaringan ini terdiri dari kumpulan atau deretan sel-sel yang sangat rapat susunanya sehingga membentuk suatu lembaran / lapisan yang substansi interselulernya sangat sedikit dan tipis atau tidak punya, dan cairannya sangat sedikit. Jaringan epitel tidak berdiri terlepas, tetapi melekat erat pada jaringan dibawah sel. Jaringan ini dinamakan membrana basalis, tempat sel epitel melekat. Membrana basalis bersifat permeabel, sehingga zat makanan dari jaringan dibawahnya dapat merespon epitel melalui membrana ini. Sebagian besar epitel tumbuh dari lapisan ektoderm dan endoderm, walaupun ada sejumlah epitel yang berasal dari mesoderm. Pada umumnya mesoderm yang terdapat diantara endoderm dan ektoderm embrio akan menjadi jaringan ikat atau otot. Epitel yang berbentuk membran dan berasal dari mesoderm ada dua yaitu : endotelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah, jantung dan pembuluh limfe. Mesotelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi organ tertentu seperti misalnya melapisi peritoneum, pleura dan perikardium. Dalam perkembangan, pada suatu tempat epitel dapat melekuk, menjadi batang atau pipa sehingga menjadi epitel kelenjar.

Kelenjar Epitel

Kelenjar Epitel, seperti rambut,wol ,bulu,ekor dan kuku adalah sebagian besar protein di alam. Karakteristik substansi yang tampak pada jaringan ini merupakan protein yang dikenal dengan sebutan keratin. Keratin di cirikan dengan kandungan sulfurnya yang tinggi, dimana sebagian besarnya dikontribusikan oleh asam amino kistin. Rambut contohnya, terdiri dari kira-kira 15% berat kistin, dan 9% bulu. Bulu terhidrolisasi mengandung sekitar 85% protein dimana, 80% nya dapat dicerna.

v Jaringan Ikat

Jaringan ikat dewasa dalam tubuh hewan mempunyai beberapa perbedaan dengan jaringan epitel, diantaranya yaitu : jaringan ikat jarang terletak bebas, dan terdapat dibawah jaringan epitel. Sel-selnya relatif lebih sedikit, dengan bahan antar sel lebih banyak. Dalam jaringan ikat terdiri dari ligamentum, kartilago dan tendo. Ciri khas jaringan ikat adalah adanya sel-sel, serabut atau serat dan adanya bahan dasar matrik ( bahan antar sel ).

v Jaringan Otot

Jaringan otot hewan merupakan 50% dari berat tubuhnya. Salah satu karakeristik dasar hewan yang hidup adalah bergerak/ berpindah. Pergerakan tubuh atau jaringan terjadi karena adanya kontraksi dan relaksasi otot dalam berbagai rupa. Sebagian otot bekerja di bawah kendali (secara sadar), sedangkan sebagian otot yang lain bekerja di luar kendali (di luar kesadaran). Aktivitas otot membutuhkan energi, bisa dikatakan bahwa makanan yang masuk baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan mempengaruhi aktifitas otot.

Berdasarkan spesies dan bidang nutrisi, 45 % - 60% dari berat tubuh hewan dewasa terdiri dari otot rangka, dimana 75% nya adalah air. Sisanya terdiri terutama dari lemak dengan sejumlah kecil karbohidrat (glikogen) dan zat-zat mineral. Bahan kering dari otot tersebut diperlihatkan melalui tabel berikut ini :


Miosin

Aktin

Tropomisin

Troponin

α-Actinin

Myofibrial β-Actinin

55%

Air 75%

Enzim Solueble

Protein Sarkoplasma Myoglobin

70%-75%* 33% Hemoglobin

Globulin

Otot Rangka

Segar

Retikulin

Stromal dan Kolagen

Partikel, 12% Elastin

Mitokondria dan

Partikel protein lainnya

Bahan Kering, Lemak Trigliserida

25% 10%-12% Fosfolipid

Kolesterol

Kreatin Fosfat

Kreatin

Nitrogenus Asam amino

45% ATP, ADP

Anserin, Karnosin

Asam nukleat

Glikogen

Substansi lain, Karbohidrat Gula

12%-14% 45% ter-fosforilasi

Fosfor

Potassium

Sodium Abu,10% Magnesium

Kalsium

Zinc

Klorid

v Air dan Zat Organik

Merupakan bagian terbanyak dan yang terpenting dari jaringan hewan. Berdasarkan persentase, kadar air menurun bila dibandingkan dengan umur hewan pada permulaan kehidupan. Misalnya pada sapi, kadar air berturut-turut 95% untuk embrio sesaat setelah dibuahi. 75-80% waktu lahir, 66-72% saat umur 5 bulan dan 50-60% pada hewan dewasa. Variasi pada umur tertentu disebabkan terutama oleh keadaan gizi makanan seperti yang terlihat dalam penimbuanan lemak. Hewan yang terlalu gemuk mempunyai sebanyak 40% air. persentase lemak pada umunya bertambah dengan umur akan tetapi sangat berubah-ubah setiap saat tergantung daripada kadar bahan makanan yang dikonsumsi. Peneliti-peneliti dari Missauri umpamanya mendapatkan seekor sapi jantan kurus mengandung 18% lemak, 57% air dibandingkan dengan 41% lemak dengan 42% air pada hewan yang sangat gemuk.

Persentasi Komposisi Tubuh Hewan *

Spesies

Air

Protein

Lemak

Zat Mineral

Anak sapi baru dilahirkan

74

19

3

4,1

Anak sapi, gemuk

68

18

10

4,0

Sapi jantan, kurus

64

19

12

5,1

Sapi jantan, gemuk

43

13

41

3,3

Domb, kurus

74

16

5

4,4

Domba, gemuk

40

11

46

2,8

Babi 8 kg

73

17

6

3,4

Babi 30 kg

60

13

24

2,65

Babi 100 kg

49

12

36

2,6

Ayam

56

21

19

3,2

Kelinci

69

18

8

4,8

Kuda

61

17

17

4,5

Manusia

59

18

18

4,3

* Dikurangi isi alat pencernaan

Air merupakan bagian yang esensial bagi setiap bagian tubuh, tetapi penyebarannya bervariasi di berbagai bagian. Plasma darah : 90-92% air, Urat daging: 72-78%, Tulang: ± 45% dan Email gigi : 5%

Protein terdapat pada setiap sel, zat tersebut merupakan bagian terpenting dari alat tubuh dan jaringan lunak tubuh, seperti urat daging, tendo-tendo, dan jaringan ikat.

Sebagian besar lemak terdapat di jaringan lemak yang terdapat di bawah kulit, sekeliling alat pencernaa, sekeliling ginjal, dan organ-organ lainnya, akan tetapi zat-zat tersebut terdapat pula di urat-urat daging, tulang-tulang, dan di tempat-tempatnya. Pada hakekatnya tiap sel mengandung zat-zat yang dapat digolongkan sebagai zat lemak. Jumlah yang kecil dari karbohidrat, misalnya saja glukosa dan glikogen, terdapat dalam tubuh terutama di hati, urat daging, dan darah.

v Komposisi Zat Mineral

Tubuh mengandung zat mineral yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur yang jumlahnya berbeda-beda pada berbagai bagian sesuai dengan fungsinya masing-masing. Persentasi zat-zat mineral terpenting dalam tubuh adalah sebagai berikut.

Mineral

Persen

Mineral

Persen

Kalsium

1,33

Klor

0,11

Fosfor

0,74

Magnesium

0,041

Natrium

0,16

Sulfur

0.15

Kalium

0,19

Sebagai tambahan terhadap unsur-unsur seperti yang tertera dalam tabel terdapat pula unsur lainnya, yang terdapat dalam jumlah sedikit. Yang sebagian daripadanya diketahui sangat diperlukan untuk kehidupan. Besi adalah bagian esensial dari hemoglobin darah dan terdapat dalam jumlah yang lebih sedikit dalam berbagai jaringan tubuh. Yodium, tembaga, seng, mangan, kobalt, selenium, dan mungkin fluor, dan krom adalah esensial untuk tujuan-tujuan struktural maupun metabolisme. Boron, silikon, brom, alumunium, nikel, dan arsen adalah unsur-unsur yang telah biasa diketemukan dalam tubuh meskipun unsur-unsur tersebut belum diketahui fungsinya.

Komponen Lain Pada Tubuh Hewan

Bagaimanapun juga kita tidak boleh berasumsi bahwa tubuh tidak mengandung banyak substansi lain yang menjadi alasan bagi para ahli gizi untuk meneliti. Contohnya komposisi otot dianggap sepenuhnya ditillik hampir sepenuhnya dari sudut susunan protein dan asam aminonya. Ini merupakan kata kunci untuk memahami fisiologi aksi otot dan hubungannya dengan kebutuhan asam amino. Sistem enzim, sebaliknya tidak hanya tersusun oleh asam amino dan protein namun juga sering terdiri dari satu atau lebih vitamin dan elemen anorganik. Selanjutnya, apabila kita menganggap hewan sebagai makanan, komponen lainnya ini harus turut diperhitungkan. Tabel berikut ini menggambarkan komposisi parsial gizi dari beberapa bagian pada tubuh hewan.

Komponen

Otot

Hati

Ginjal

Uap lembab

(moisture) (g)

68

70

75

Protein (g)

20

20

15

Lemak (g)

11

3

8

Karbohidrat (g)

1

6

0,9

Kalsium (mg)

10

7

9

Fosfor (mg)

180

358

221

Besi (mg)

3,8

6,6

7,9

Vitamin C (mg)

0

31

13

Ribovlafin (mg)

0,17

3,33

2,55

Niasin (mg)

4,7

13,7

6,4

Tiamin (µg)

80

260

370

Vitamin A (mg)

0

1,32

0,34

Jaringan lunak hampir tak mengandung kalsium namun, namun mengandung fosfor dalam jumlah yang cukup banyak. Dan organ kelenjar, diperlihatkan kembali pada tabel sebelumnya oleh hati dan ginjal. Pada umumnya, kandungan tiamin pada otot tergolong level yang lemah pada organ kelenjar. Pengecualian yang perlu diingat adalah daging babi, dimana level tiamin 4-5 kali dengan yang ada pada daging sapi. Level niasin dan riboflavin juga lemah pada otot dibandingkan dengan level pada organ kelenjar. Vitamin A terdapat cukup banyak di hati, namun pada dasarnya tidak ada di otot. Vitamin C juga ditemukan di beberapa organ kelenjar.

B. KOMPOSISI TANAMAN DAN PRODUKNYA

Komposisi tumbuhan merupakan jumlah jenis yang terdapat dalam suatu komunitas tumbuhan. Jaringan tumbuh-tumbuhan terdiri dari air, karbohidrat, lemak dan zat-zat yang menyerupai lemak ( lipida ), vitamin dan mineral. Tumbuh-tumbuhan mengandung zat sama seperti yang terdapat pada hewan akan tetapi dalam jumlah yang berbeda. Perbedaan utama tumbuh-tumbuhan dan hewan adalah bahwa tumbuh-tumbuhan umumnya mengandung karbohidrat dalam jumlah besar sedangkan hewan hanya mengandung sedikit sekali. Dinding sel tumbuh-tumbuhan terdiri dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna sedangkan sebagian besar dinding sel hewan terdiri dari protein. Tumbuh-tumbuhan pada umumnya menyimpan cadangan makanan sebagai pati sedangkan hewan menyimpannya sebagai lemak. Hewan tergantung pada tumbuh-tumbuhan untuk energinya Komposisi suatu komunitas ditentukan oleh seleksi tumbuhan dan hewan yang kebetulan mencapai dan mampu hidup di tempat tersebut. Kegiatan anggota komunitas ini bergantung pada penyesuaian diri setiap individu terhadap faktor-faktor fisikt, dan biologi yang ada di tempat tersebut (Resosoedarmo dkk.,1984) . tumbuhan menggunakan karbon dioksida, air, nitrat, dan garam mineral lainnya untuk membentuk karbohidrat, lemak dan protein; zat yang dibutuhkan hewan untuk membangun tubuhnya dan kemudian dipecah dalam proses kehidupan. Jadi, tumbuhan menyimpan energi dan hewan menggunakannya.

Tumbuh-tumbuhan memperlihatkan pula perbedaan yang besar dalam komposisi di antara spesies daripada hewan.

Komposisi dari berbagai tumbuh-tumbuhan dan hasilnya dipaparkan pada tabel berikut:

Air

Protein

Lemak

Karbohidrat

Zat Mineral

Kalsium

Fosfor

Hijauan

- Jagung

69

2,5

0,8

26

1,7

0,08

0,07

- alfalfa

73

5,2

0,8

19

2,4

0,47

0,08

- timothy

72

3,2

1,0

22

2,0

0,13

0,10

Hasil

tumbuh-tumbuhan yang dikeringkan

- Bonggol jagung

22

5,0

1,2

66

5,3

0,38

0,07

- Biji jagung

14

9,1

3,9

72

1,3

0,08

0,31

- Biji kacang kedelai

8

34,9

18,1

34

4,7

0,23

0,59

- Daun alfalfa

11

21,3

2,8

55

9,5

2,11

0,26

- Batang alfalfa

10

9,6

1,2

74

5,7

0,80

0,20

- Jerami timothy

12

6,8

2,3

74

4,9

0,32

0,17

Sumber: Joint United States, “Canadian Tables of Feed Composition”, Natl. Acod. Sci. Natl. Research Council Publ.,1232, 1964.

Kadar air tersebut menurun apabila bijinya menjadi tua. Perbedaan yang mencolok dalam susunan tumbuh-tumbuhan dan hewan ialah kenyataan bahwa bahan kering tumbuh-tumbuhan terdiri terutama dari karbohidrat. Komposisi tersebut berfungsi sebagai bahan bangunan maupun bahan cadangan, sedangkan pada hewan, protein merupakan bahan bangunan dari jaringan lunak dan lemak adalah zat cadangan. Jadi meskipun tubuh hewan mengandung hanya sedikit karbohidrat, zat tersebut merupakan bagian utama dari makanan sebagian besar spesies. Zat tersebut berfungsi sebagai sumber energi secara menyeluruh atau sebagai cadangan dalam bentuk lemak yang siap mengalami perubahan.

Data untuk hasil tumbuh-tumbuhan kering berdasarkan kadar air yang berkurang karena penyimpanan, diberikan dalam tabel tersebut untuk memberikan gambaran mengenai perbedaan dalam komposisi diantara macam- macam bagian dari tumbuh-tumbuhan. Gambaran untuk jerami jagung dan biji jagung memberikan suatu perbandingan antara bagian vegetativ dari tumbuh-tumbuhan dan bijinya. Data untuk kacang kedelai menggambarkan kekhususan dari biji leguminosa dan data dari hasil-hasil alfalfa memberikan gambaran mengenai perbedaan antara daun dan tangkai.

ZAT MINERAL

Zat-zat mineral yang digunakan tumbuh-tumbuhan untuk pertumbuhannya, diperoleh dari tanah melalui akar-akarnya dalam bentuk garam mineral. Jumlah mineral dalam tumbuh-tumbuhan sangat berubah-ubah pada berbagai spesies maupun pada bagian dari tumbuh-tumbuhan. Meskipun terdapat dalam sebagian besar tumbuh-tumbuhan dalam jumlah yang kecil zat mineral adalah esensial untuk pertumbuhan.

KESIMPULAN

Komposisi tubuh hewan meliputi :

1. Komponen darah terdiri dari butir-butir darah ( eritrosit, leukosit dan trombosit ) 30% - 45%

2. Jaringan otot sebanyak 50% ( 75 % air dan 25% bahan kering ), dimana bahan kering tersebut terdiri dari karbohidrat, protein , lemak ,abu, vitamin dan mineral.

3. Air sebanyak 60%

4. Jaringan epitel

5. Jaringan ikat yang terdiri dari ligamentum, kartilago dan tendo

6. Dilengkapi pula oleh otak dan jaringan saraf

Komposisi tanaman :

Tumbuh-tumbuhan mengandung zat sama seperti yang terdapat pada hewan akan tetapi dalam jumlah yang berbeda. Perbedaan utama tumbuh-tumbuhan dan hewan adalah bahwa tumbuh-tumbuhan umumnya mengandung karbohidrat dalam jumlah besar sedangkan hewan hanya mengandung sedikit sekali. Dinding sel tumbuh-tumbuhan terdiri dari karbohidrat yang tidak dapat dicerna sedangkan sebagian besar dinding sel hewan terdiri dari protein. tumbuhan menggunakan karbon dioksida, air, nitrat, dan garam mineral lainnya untuk membentuk karbohidrat, lemak dan protein; zat yang dibutuhkan hewan untuk membangun tubuhnya dan kemudian dipecah dalam proses kehidupan. Jadi, tumbuhan menyimpan energi dan hewan menggunakannya.

DAFTAR PUSTAKA

· Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum.Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

· Parakkasi,Aminudin.2002.Ilmu Gizi Dan Makanan Ternak.Angkasa, Bandung.

· Mc Donald, Edwards, Greenhalgh,Morgan. 1995.Animal Nutrition.LST,New York.

· Coalson,J.A. and J.G.lecce.1973.Journal Animal Science.36:381

· Elliot, J.I. and J.P. Bowloand.1970.Journal Animal Science.30:923

· Firth, J. And B.C.Johnson.1956.Journal Nutrient.59:223

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar